Segala sesuatu yang terjadi ini adalah cara Tuhan mendewasakan kita. Jangan pernah mengambil pusing hal yang seperti ini. Anggap saja ini semua adalah jalan agar bisa lebih dekat denganNYA. Sebanyak apapun airmata yang keluar dari mata tidak akan bisa mengubah hal yang sudah terjadi. Itulah sebabnya ada pepatah yg mengatakan jangan pernah gegabah agar tak menyesal.
Kalau mungkin ada sesuatu saat ini. Yang membuat hati sesak dan itu bukan karena salahmu maka maklumilah itu semua. Karena setiap manusia pasti akan berbuat salah. Jika mungkin orang terdekatmu yang membuatmu sakit maka jangan pernah menyesalinya. Karena bisa saja hal buruk yg terjadi padamu yang disebabkan olehnya itu adalah upaya umtuk membahagiakanmu. Hanya saja caranya yang salah.
Menangislah sekeras-kerasnya dan sepuas-puasnya sehingga perasaanmu lega. Jangan pernah malu melakukan itu semua. Jika memang dengan cara itu akan melegakan lantas kenapa harus masalah. Harus disadari bahwa orang saat ini berada di rumah sakit jiwa itu banyak yang disebabkan oleh masalah yang mereka pendam hingga akhirnya batas otak mereka tak cukup. Akhirnya gilalah mereka semua.
Jangan ragu untuk menceritakan masalahmu kepada orang yang dekat atau orang yang sayang atau orang yang kau percaya. Mereka tidak akan pernah menguak rahasiamu didepan umum seperti ember yang bocor. Mereka juga tak ingin melihat engkau menjadi lebih hancur karena perbuatan mereeka.
Tapi harus disadari juga bahwa suatu saat kamu harus memaklumi jika orang kau ceritai itu mengungkapkan rahasiamu. Karena sebenarnya mereka hanya ingin merringankan bebanmu dan membuat kau sedikit lega. Hanya saja mungkin cara mereka saja yang kurang tepat.
Jika memang kerass kepala adalah karakter pribadi yang ada pada dirimu. Maka kamu harus melembutkan sedikit kerassnya kepalamu itu. Karena itu hanya akan membuat pusing orang yang mengetahui apa yang harus kau lakukan untuk masalahmu. Tapi mererka menjadi tak berdaya untuk membantumu hanya karena kepala batumu itu.
Hanya satu yang tidak ditolerir dalam hidup ini. Hal itu adalah Janji. Saya akan membenarkan anda jika anda marah kepada orang yang melanggar janji yang telah terucap dari mulutnya.
Janji memang satu kata yang terdiri dari lima huruf namun ketika itu diabaikan maka akan ada banyak hati yang terluka. Jika hal itu terjadi tidak akan menutup kemungkinan semakin banyaklah orang yang kecewa dan berpotensi untuk stress.
Mungkin tulisan ini dapat dipahami oleh orang – orang yang sedang tidak berada dalam kesetressan. Stress itu merupakan tekanan yang dihadapi oleh setiap orang. Terkadang hal itu datang tanpa ada ikut campur tangan kita. Dia datang karena kesalahan orang lain yang kemudian mengorbankan kita. Kita boleh marah, namun sering kali kita tak tahu bagaimana cara mengungkapkan kemarahan kita pada siapa. Tuhan memang tak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba – Nya. Tapi kita sering menyalahkan Tuhan, dan beranggapan bahwa Dia tidak adil. Tapi itulah yang terjadi pada diri kita.
Berteriak kadang membuat kita lega, namun ketika kita tak punya tempat bersinggah untuk meluapkan segala emosi, apa yang harus dilakukan ?
Menangis? Kalau tak ada bahu yang menahan tetesan air mata mu ? apa yang lantaas harus dilakukan. Simpan saja masalah itu dalam hati? Diam ? melamun? Apa? Apa? Apa?
Melukai diri ?
Belum lagi ketika semua masalah bercampur aduk menjadi satu seakan –akan tak ada hari esok lagi tuk dia singgah di hari – hari mu.
Cinta ? keluarga ? teman ? kulaih ? semua jadi satu bergerumul di ubun – ubun
Mati saja !
Hal pendek yang akan terlontar.
Mati saja !
Dengan mudahnya pikiran itu muncul.
Yang mati adalah otak mu yang tak mampu lagi berpikir secara jernih.
Emosi yang berkata
Emosi yang bertindak
Hanya dirimu sendiri dengan segala kesadaran yang kau miliki yang mampu mengatasi masalah mu !
Emosi memang mudah menguasai hati dan pikiranmu,
Tapi sadarilah masalah bisa selesai dengan baik jika diselesaikan dengan pikiran
Bukan dengan emosi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar