Selasa, 06 Desember 2011

TUHAN DAN SAYA
Oleh: Woro Retno Kris Sejati
 “Tuhan ada dimana-mana”, kata-kata ini pernah dijadikan judul sinetron yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi di Indonesia. Saat itu saya masih SD atau SMP. Saat itu saya belum benar-benar bisa memaknai apa maksud dari kata-kata ini, yang terlintas dalam pikiran justru apakah Tuhan itu banyak? sehingga Dia ada dimana-mana? Sungguh pertanyaan yang menggelikan. Saat ini, pertanyaan ini hanya punya satu jawaban bahwasanya Tuhan itu adalah Mahakuasa.
Saya terlahir dilingkungan orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan. Hal ini membuat saya murni dan benar-benar percaya akan  adanya Tuhan. Namun godaan untuk percaya Tuhan atau tidak itu muncul ketika mulai menginjak bangku SMA. Saya sering diskusi tentang hal yang menyangkut dengan agama yang ujung-ujungnya pasti akan menyangkut kepada hal yang bernama Tuhan.
Hal yang masih membuat saya harus dan wajib mempercayai kehadiran dan keberadaan Tuhan adalah bagaimana sampai ada alam semesta ini. Alam semesta yang ada didunia ini bukan hanya apa yang ada dibumi saja tetapi masih ada banyak benda di angkasa luar sana. Kalau memang manusia mau menyangkal tidak adanya keberadaan lantas terbentuk darimanakah angkasa luar itu dan siapakah yang membentuknya. Ilmuwan mengatakan bahwa planet-planet atau mungkin galaksi itu terbentuk dari debu dan semacamnya namun coba pikir lagi siapa yang menciptakan deebu dan pergerakannya.
Satu hal lagi yang ingin saya sampaiakan adalah Tuhan itu sudah pasti ada. Kenapa? ya, memang manusia mempunyai teori yang luar biasa tentang asal-usul makhluk hidup dan alam semesta ini. Tapi pernahkah manusia-manusia ilmuwan itu berpikir darimana asalnya pikiran dan perasaan. Jika memang makhluk hidup itu ada karena ada makhluk sebelumnya, lantas kenapa ada perbedaan sifat dan pikiran dalam diri manusia yang mempunyai ayah dan ibu yang sama. Jika memang itu dari genetik, lantas siapa yang menciptakan gen bawaan itu jika bukan Tuhan?

Ketika SMP dan SMA pada pelajaran biologi saya mendapatkan pelajaran tentang adanya asal-usul makhluk hidup. Lazzaro Spalanzani menyatakan bahwa makhluk hidup itu sebenarnya berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Hal ini tentu menguatkan saya kembali bahwa ternyata Tuhan itu ada. Jika Tuhan memang tidak ada lantas siapa yang menciptakan makhluk hidup sebelum makhluk hidup yang lainnya. Teori Abiogenesis yang diungkapakan oleh Ariestoteles dan Thales juga semakin menyakinkan pendapat saya akan adanya Tuhan, mereka mengungkapkan bahwa manusia itu berasal dari benda mati entah itu dari debu angin ataupun yang lainnya. Namun menurut saya lagi hal ini tentu tidak akan terjadi jika tidak ada satu pihak yang menghembuskan nafas dalam diri makhluk hidup.
Para ilmuwan ini memang mempunyai alasan yang kuat untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Bahkan para ilmuwan itu terkadang melaukan banyak percobaan hanya untuk menentang keberadaan Tuhan. Menurut mereka orang yang percaya Tuhan itu bodoh atau bahkan gila. Tapi menurut diri pribadi saya justru merekalah yang gila. Mereka membuat sesuatu yang pada kenyataanya tidak dapat dibuktikan.
Dalam hati saya, saya menyakini bahwa Tuhan itu ada dan bekerja dalam setiap detik kehidupan saya. Saya mempercayai Tuhan dengan cara meyakini bahwa Dia ada dan menyerahkan apa yang terjadi dalam hidup ini kedalam tanganNYA. Salah satu bentuk dari bagaimana saya percaya Tuhan adalah dengan cara saya memeluk salah satu agama yang ada di Indonesia. Mungkin Freud mengatakan bahwa orang yang beragama itu gila karena mereka menyembah ajaran-ajaran yang tidak boleh dan tidak ada bukti nyatanya. Tapi saya percaya bahwa memang cara Tuhan membuktikan keberadaanNYA bukan dalam bentuk konkret.
Abstrak memang jika kita membicarakan tentang seperti apa Tuhan yang selama ini kita percayai dan kita banggakan. Tuhan seperti sosok penguat yang selalu hadir disetiap relung kehidupan. Baik disaat bahagia maupun disaat sengsara. Tuhan seperti menjadi motivasi yang tidak terlihat wujudnya dan memberikan ketenangan dalam hati. Jika didalam agama, orang-orang selalu menyebutkan bahwa Tuhan saya adalah Tuhan Yesus Kristus.
Sebenarnya menurut saya pribadi saya menyembah Tuhan yang Tritunggal. Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus. Tritunggal merupakan ssatu kesatuan dari ketiga peranan Allah sebagai Bapa, Putra dan Roh Kudus. Yesus sendiri adalah Allah yang turun kedunia dalam wujud manusia yang saya percayai akan menyelamatkan manusia didunia. Allah Roh Kudus sendiri saya percayai ialah Allah yang tinggal didalam hati nurani yang selalu mengingatkan dan mengontrol setiap perbuatan, perkataan dan pikiran saya.
Kehadiran Tuhan dalam hidup ini sangat terasa ketika saya mengalami hal-hal yang menurut saya tidak logis untuk dipikirkan oleh manusia. Saya menganggap kehadiran Tuhan itu selalu ada dalam hati saya. Kita tidak bisa memungkiri bahwasanya setiap manusia itu memiliki hati nurani yang selalu membimbing kita untuk selalu berbuat baik. Menurut saya disitulah Tuhan bekerja didalam hidup ini. Tuhan mengizinkan kita untuk melaukan apa yang kita mau seperti yang Dia katakana bahwa Dia menciptakan manusia itu sesuai dengan gambar dan rupaNYA.Tapi Dia tetap selalu ada untuk mengingatkan dan membuat kita waspada, nyaman dan tenang. Tuhan selalu ada dalam hati kita.


_Jika Tuhan tidak ada maka semua yang ada didunia ini akan menjadi seragam_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar